Ghost

Destrianti___jackson

Kisah Nyata Seorang OB Menjadi Atasan

Hai hai hai ketemu lagi dengan Destrianti artis ternama di wilayah Bekasi Utara. Hari ini aku ingin bercerita mengenai apa yang aku saksikan sendiri dan aku alami di kantor ku sekarang yaitu MBTech.

Siang tadi aku menyempatkan waktu berbincang - bincang dengan seorang Manager Produksi di kantorku sambil makan siang bersama. Pertama aku datang dan bekerja di kantor ini aku heran dengan sikap beliau ini yang begitu sederhana dan begitu simple, biasanya kalau seorang manager atau seseorang yang punya jabatan pasti punya wibawa tersendiri dari jiwa pemimpinnya tapi ini malah seperti tidak terlihat sebagai seorang manager. Dari sikap beliau itu aku sangat simpati dengan beliau ini, beliau ini bernama Bapak BAN.

Dari kisah hidupnya yang beliau ceritakan tadi siang sambil kita menikmati makan siang kita masing - masing. Dulunya beliau itu adalah seorang anak kampung yang tidak punya apa - apa, hanya bermodalkan nekad datang ke Jakarta katanya ingin merubah nasib. Hingga suatu waktu, kantor ku ini membuka lowongan pekerjaan yaitu sebagai Messenger dan sebagai OB. Beliau melamar pekerjaan sebagai OB dengan gaji pertama yang beliau dapatkan yaitu sebesar Rp. 50.000,-. Panjang cerita, sudah 3 tahun beliau kerja akhirnya beliau naik gaji sebesar yang beliau dapatkan yaitu Rp.375.000,-. Impian dan dambaan selalu ada di dalam angan - angannya, tak pernah putus dalam doa-nya. Baginya pekerjaan yang  Beliau kerjakan itu adalah berkat dari Tuhan yang harus di kerjakan dengan baik. Hingga suatu ketika, dia ingin sekali punya rumah sendiri dan tidak usah mikir lagi setiap bulan harus bayar kontrakan, dengan niat yang baik dan optimis, walau dipandang sebelah mata karena gaji yang dia terima hanya Rp.375.000, sambil berdoa dan usaha, akhirnya beliau mendapatkan jalan dan kemudahan untuk bisa mengambil rumah yang dia cicil selama 15 tahun. Katanya baru 2 tahun yang lalu melunasi rumahnya itu. 

Beliau juga pernah sampai tidak makan untuk nabung beli rumah, hehehe :), semua Beliau jalani dengan rasa syukur ternaik kepada Tuhan. Katanya : “Nikmati aja hidupmu, jangan dijadikan beban. Karena hidup itu cuma sekali. Dan jangan pernah berpikir dalam hidup hanya sekedar menjadikan hidup sebagai perlombaan kehormatan dan kekayaan, tapi beri dirimu menjadi Hamba Tuhan yang sejati, PERCAYALAH bahwa Tuhan akan memberikan apa yang Engkau butuhkan !!”

Lanjutlah beliau bercerita lagi, katanya selama bekerja jadi OB beliau selalu memperhatikan dan belajar sedikit - sedikit untuk mengoperasikan komputer, lalu perhitungan persediaan barang di gudang, dan lain - lain dia pelajari. Tak jenuh - jenuh untuk dia belajar - belajar, sampai pada akhirnya beliau di angkat pegawai produksi oleh pemilik perusahaan tempat ku bekerja sekarang tentunya dengan gaji yang dinaikan juga. Hingga sekarang berkat usaha kerja keras dan loyalitasnya kepada perusahaan serta pengalaman yang sudah cukup matang dalam menangani produksi perusahaan, beliau diangkat menjadi Manager Produksi di perusahaan tempat ku bekerja sekarang.

Beliau juga bercerita membuka usaha percetakan dan membeli mobil pertama hasil kerja kerasnya ya walau mobilnya ambil kredit 4 tahun  katanya, hehehe :).

Beliau pun sekarang bisa menguliahkan anaknya yang pertama di Universitas negeri Bali dengan jurusan kelautan dan perikanan.

HEBAT HEBAT HEBAT !!!!!

Aku benar - benar belajar dari kisah perjalanan Pak Ban, bukan hanya Keberuntungan yang membuatnya begitu, tetapi berkat usaha kerja keras dan tak putus - putusnya bawa dalam doanya kepada Tuhan, dan satu hal lagi yang penting dari cerita ini adalah MENGUCAP SYUKUR ATAS APA YANG TUHAN KASIH. Intinya BERSYUKUR.

Waaaahhhh pak Ban terima kasih untuk perbincangan siang tadi, membuat aku semakin belajar arti kehidupan yang sesungguhnya. :’) :’) :’)

"LINGKUNGAN YANG BERBEDA"

Hai guys bertemu lagi dengan aku, kembali lagi destria hadirkan mengenai pengalaman hidup ku dan mungkin ini dapat menginspirasi anda semua.

Kali ini aku bercerita mengenai lingkungan kerja yang sekarang aku jalani. Bersyukur sampai detik ini rahmat dan kebaikan Tuhan selalu ada dan hadir di setiap waktu. 

Aku sekarang bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di desain jok kendaraan, punya brand yang ternama dan sudah menjadi best seller bagi kalangan dunia otomotif yaitu MBTECH. Bersyukur Tuhan tempatkan aku untuk bekerja disini, belajar banyak hal, walau sampai detik ini aku masih dalam masa penyesuaian lingkungan kerja disini, maklumlah aku disini masih pegawai baru bagian Tax Staff. Cukup sulit dan terasa sedikit lelah dalam penyesuaian lingkungan disini memang mayoritas pegawai di perusahaan ini semua laki-laki dengan arogansinya dan cueknya mereka, adapun juga beberapa perempuan dengan tidak memperdulikan sekitar hanya asyik dengan kelompoknya sendiri, seakan aku tidak punya teman disini. Sudah berusaha aku dekati mereka tapi tetap saja seperti itu.  Sedih rasanya sudah jalan dua bulan kerja disini masih belum punya teman yang bisa diajak share mengenai pekerjaan disini. Boleh sedikit cerita mengenai pekerjaan ku di kantor ini, hanya aku sendiri yang meng-handle pajak dan dibantu oleh konsultan pajak yang kita kontrak untuk menangani pajak perusahaan kami. Dan menurut aku itu sesuatu yang luar biasa dan tantangan tersendiri buat aku, walau terkadang aku masih butuh seseorang yang mau diajak share, tapi ya inilah harus aku jalani sendiri dan dituntut bekerja secara mandiri, setiap keputusan mengenai perpajakan di perusahaan ini aku yang menjadi patokannya dengan dipertanggungjawabkan di hadapan atasan saya pak manager. Mungkin untuk pertama kalinya dihadapkan dengan lingkungan seperti ini adalah sesuatu yang sulit untuk aku pribadi, biasanya di waktu aku kuliah banyak teman-teman yang bisa menjadi tempat berbagi cerita, bercanda gurau bersama dan saling membantu, sedangkan di dunia kerjaku sekarang benar-benar banyak sekali persaingan hingga teman saja bisa jadi lawan, sekedar dimulut mengatakan “teman” padahal dalam hati maksud lain. Ya inilah kehidupan yang sesungguhnya untuk berjalan ke arah jalan karir ku. 

Pernah suatu waktu aku berpikir  ”kenapa sih kok begini banget kerjaannya, gak ada partner kerja, hanya sendiri saja dan ditemani dengan jam dinding yang berdentang, rasa-rasa ingin kabur saja dan cari pekerjaan di perusahaan lain, sudah sangat sangat tidak betah dengan lingkungan kerja disini” sulit rasanya menerima keadaan dan situasi kerja yang tidak menyenangkan seperti ini. Kucoba telusuri jawabannya sendiri dan ku perhadapkan diri di depan kaca sambil penuh pertanyaan dan berkecamuk dalam hatiku penuh kesal dan kecewa :(, OOOH TUHAN ampuni aku yang tidak tahu betapa berharganya rasa syukur ini :(, hanya mulut besar saja yang berbicara “mensyukuri” tanpa ada tindakan yang benar akan hal itu :(, sedih rasanya aku tidak bisa mengontrol diri untuk tetap fokus dan bekerja keras untuk keluargaku. TUHAN BUKA PEMIKIRANKU untuk hal ini, agar aku lebih positif melakukan ini semua, bahwa ada maksud TUHAN untuk aku kerjakan tanpa ada rasa sungut-sungut dalam hati, 

Setelah hal ini ku renungkan, mungkin untuk sekarang ini yang terbaik tuk aku jalani di perusahaan ini, untuk kuat dan tetap bertahan bekerja disini, hingga waktu tertentu dan memberikan kinerja dan prestasi yang baik untuk perusahaan ini, yang penting adalah “MENCOBA SEGALA SESUATU DENGAN BAIK DAN TEPAT” , dengan berlalunya waktu dan dengan kinerjaku yang baik mungkin aku dapat menyesuaikan diri dan berbaur dengan lingkungan baru di perusahaan ini dan mereka yang menganggapku seakan tiada, bisa berubah sekejab pikiran untuk menjauh dariku dan malah mereka bisa mendekat. Yeaaayyyy SEMANGAT !! OPTIMIS DAN KUAT DESTRIA DEMI KELUARGAMU :) :)

"Sekarang dan Masa Depan"

Hai tumblr bertemu lagi dengan saya DESTRIANTI yang imut dan manis ini, aku ingin berbagi sukacita nih, Puji Tuhan aku sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta Utara sebagai Staf Pajak di perusahaan tersebut. Aku bersyukur sama Tuhan, skenario hidup yang Tuhan buat untuk aku jalani sampai saat ini benar-benar luar biasa banget, hingga aku sekarang jadi seorang pekerja dan punya penghasilan sendiri, oohhhh luar biasa deh pokoknya :D. Dari berbagai pengalamanku interview dan test masuk kerja di beberapa perusahaan,dari mulai aku gagal dan ditolak sampai pernah juga aku tolak beberapa perusahaan karena tidak sesuai dengan kriteria jenjang karirku, hingga sampai saat ini aku sudah dapat memilih untuk mengambil bagian di perusahaan sekarang tempat aku kerja dan aku yakin ini semua jalan yang Tuhan kasih untuk aku jalani disini. Aku juga yakin bahwa memang benar teruji kalau apa yang Tuhan kasih itu untuk anakNya adalah yang terbaik, aku alami itu sampai detik ini. Masa depan yang gemilang dan kesuksesan yang menjadi bagian dari cita-citaku  sedang ku jalani sekarang, seakan - akan sudah terasa dekat di ujung mataku. Akan ku raih apa yang menjadi dambaanku untuk jadikan keluargaku sebagai keluarga raja nan terhormat nantinya. 

Staf pajak bagiku adalah langkah awal memulai karir sebagai seorang Profesional handal di bidang pajak, tak peduli mulut sekitar ku yang meremehkanku dengan pekerjaanku yang sekarang, tapi bagiku ini adalah suatu keuntunganku yang Tuhan kasih sebagai pintu gerbang menuju kesuksesan ku, aku ingin meningkatkan kualitasku dibidang pajak melalui perusahaan ini. Sudah hampir dua minggu aku bekerja di perusahaan ini, dengan lingkungan yang baik dan orang-orang yang ramah padaku, Semakin cinta aku dengan bidang pajak ini, banyak hal yang aku pelajari di sini dan makin terpacu untuk aku mendalami bidang pajak. Atasanku selalu memotivasikanku untuk aku bisa berprestasi di perusahaan dan memberikan kontribusi yang terbaik untuk perusahaan di bidang pajak tentunya. Ooooooh sungguh luar biasa dan menyenangkan, ilmu yang aku punya tentang pajak aku bagikan dan aku sumbangkan ke perusahan ini. Aku ingin menjadi bagian penting dalam proses kesuksesan dan kemajuan perusahaan ini. Tuhan berkati setiap langkahku, amin amin amin.

Masa depanku adalah harapan bagi keluargaku, aku ingin menjadi berkat untuk keluargaku, untuk mama, kakak yos dan ade jedi. Mereka yang membuat aku lebih kuat, lebih bijak dan lebih tangguh dari masalahku. Tak pedulikan seberapa masalah yang aku hadapi, dipikiranku hanya memikirkan keluargaku, aku ingin jadikan mereka sebagai raja di istana kesuksesanku. Tuhan berkati niat baikku ini, amin amin amin.

"Bagian Hidup yang Tidak Terlupakan"

Hai tumblr…

Bertemu lagi dengan saya Destrianti yang cantik dan imut, hehehe :D.

Kali ini aku mau bercerita mengenai sahabat. Menurut aku sahabat itu adalah seseorang yang menemani kita dikala kita sedih, takut, duka maupun saat - saat tersulit dalam hidup bukan disaat kita senang dan sedang bahagia. Sahabat juga ada menghampiri kita saat kita melakukan kesalahan lalu datang untuk mengoreksi kesalahan itu, menerima kekurangan kita sebagai pembelajaran yang berharga, bukan menghampiri kita untuk memuji kita tetapi menegur kita disaat kita melakukan kesalahan. Kata orang mencari sahabat itu bagaikan mencari jarum dalam jerami, karena sangat susah untuk mendapatkannya. Seribu orang teman yang kita miliki belum tentu bisa menjadi sahabat kita. Terkadang kita mengategorikan sahabat yang bagaimana yang bisa kita sebut sahabat. Padahal seharusnya mendapatkan sahabat kita harus jadi sahabat dulu untuk orang lain baru kita akan mendapatkan sahabat, karena kalau kita mengategorikan sesosok sahabat sesuai dengan mau kita tidak akan pernah ketemu sesosok sahabat itu untuk kita karena memang manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna. Banyak hal yang aku alami dalam kehidupanku mengenai sahabat. Dimulai dari waktu SD, aku punya sahabat namanya “INTAN” dia cantik dan pintar, punya prestasi di sekolahnya. Dia dahulu tinggal bersama-sama dengan ku dalam satu komplek perumahan, kami sering bermain bersama, sering main masak - masakan seusai pulang sekolah dan sering naik sepeda-sepedahan bersama setiap sore keliling komplek hingga larut malam. Aku kagum dengannya karena dia pintar dan baik terhadap orang tua, dia sayang banget sama keluarganya. Aku banyak belajar dari kehidupannya yang sederhana tapi unik, walaupun tubuh dia lebih kecil dari aku tapi dia lebih kuat dari aku. Waktu itu kami sering jalan-jalan sore sering jajan bareng makan cimol, hehehe. Tapi seiring berjalannya waktu kami berpisah, karena dia dan keluarganya pindah rumah ke balik papan. Dia pindah karena Papanya yang dinas dan ditempatkan kerja di sana. Pertama kali aku mendengar kalau dia akan pindah aku sedih sesedih - sedihnya karena aku anggap dia itu udah seperti saudaraku tapi ya inilah kehidupan ada pertemuan pasti ada perpisahan. Aku mencoba menghibur diri kalau suatu saat nanti kami bisa bertemu kembali dan bernostalgia bersama saat-saat masa kecil. Mulai masuk SMP, masa-masa nakalnya dulu, hehehe. Aku juga punya sahabat namanya “TERA OYENZ”, dia teman sekelasku waktu SMP. Dia asli orang NTT, dia punya kulit hitam manis, berambut panjang keriting dan jika dilihat lebih lama dia itu punya wajah blasteran gitu. Dia sabaaaaaaaaar banget, pendiam juga. Setiap berbicara suaranya pelan - pelan gitu dan halus, tidak seperti aku yang cerewet dan bawel ini. Waktu jaman SMP, dia disebut anak-anak dengan panggilan “CUPU” karena penampilannya yang rapi dan sering bergulat dengan buku, sama halnya denganku aku juga sering dibilang “CUPU” karena dandananku tidak modis dan up to date. Aku sayang banget sama dia, dia bisa terima aku apa adanya, disaat aku sakit sekalipun dia tetap ada buat aku. Dahulu aku tipikel orang yang tidak percaya diri, tapi dia selalu menyadarkanku kalau diri kita ini sederajat kok dengan orang lain tiada beda. Dia pernah bilang padaku, kalau orang ingin memandang kita baik, hati kita yang kita rubah bukan hanya penampilan fisik saja. Dahulu di jaman SMP, saking cupunya kami, terkadang teman-teman yang lain tidak suka berteman dengan kami karena kami tidak bisa bergaul, malah pernah kami kecewa dengan teman sekelas kami karena mereka datang dan berteman dengan kami saat mereka butuh dan saat banyak PR dari guru dan datang kepada kami untuk mengerjakan PR bersama malah kami yang terkadang suka dicontekin, sangat sangat menyebalkan waktu itu. Aku ingat sekali waktu kelas 3 SMP detik-detik menjelang UN, ada berita dari laut kalau papanya itu meninggal karena jatuh di tempat kerjanya, kepalanya pecah dan tidak dapat tertolong, waktu itu papanya berprofesi sebagai pelaut. Cerita itu ku dengar dari wali kelasku dulu, saat aku dengar kabar itu aku terkejut dan menangis sedih karena ingat Tera bagaimana perasaannya saat itu. Akhirnya sebelum H-1 UN kami sekelas datang ke rumahnya untuk melayat, di perjalananku aku terus menangis memikirkan nasib dia bagaimana, setibanya di rumahnya, banyak orang yang melayat kesana juga mengenakan pakaian hitam dan ku lihat Tera hanya termenung melihat jasad papanya terbaring di peti, aku langsung peluk dia seerat-eratnya dan ku katakan ” Yang Sabar dan Tabah yah Tera, Tuhan punya rencana indah buatmu dan keluargamu”, dalam pelukanku dia menangis sekenceng-kencengnya hingga jatuh pingsan di pelukanku. Aku sedih melihatnya begitu, sangat lemah dan mudah goyah, aku tidak bisa berbuat apa-apa hanya menghibur dengan kata-kata yang mungkin akan sirnah dimakan waktu, dan hanya sebagai pemanis mulut saja. Hingga akhirnya UN berakhir dan dengan hati yang kuat dia bisa lewatin itu semua dengan baik, aku bangga dengan dia :’). Sampailah acara perpisahan kami di SMP, seusai kami mengikuti acara tersebut dia bilang padaku “Destrianti sahabatku, setelah aku mendapatkan ijazah nanti aku dan keluargaku akan pindah ke NTT dan aku akan melanjutkan sekolahku di NTT, kamu disini baik-baik ya jangan nakal dan tetap jadi sahabatku walau kita tidak sama-sama seperti dahulu.” Mendengar begitu, aku langsung peluk dia dan bilang “Aku sayang kamu sahabat, mungkin aku akan kehilangan kamu tapi ini memang harus berlanjut, dan kita harus berpisah karena tuntutan hidup masing-masing, kamu tetap jadi sahabatku, sahabatku yang hebat”.

Panjang cerita, masuklah aku di sekolah baru melanjutkan jenjang sekolah kejuruan (SMK). Masa-masa aku bertumbuh dewasa dan mulai mengerti arti pergaulan. Disini aku banyak teman dan banyak hal yang aku ikuti dalam hal perlombaan hingga organisasi serta ekskul di sekolah. Di sekolah ini aku bertemu dengan seorang sahabat namanya “SITI KOMARIAH” sering dipanggil anak-anak dengan sebutan “SITKOM” karena singkatan dari namanya. Dia seorang muslim yang berkerudung, biar dia berkerudung tapi  dia tomboy banget gayanya seperti anak laki-laki, dia asli anak BETAWI, hehehe. Aku banyak belajar dari kehidupannya yang sederhana, pokoknya tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata kalau mengenai dia ini. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 3 kami selalu bersama, tiada waktu tidak kami habisnya bersama, selalu kami habiskan bersama baik itu paginya dijalan menuju sekolah hingga malam hari entah aku main ke rumahnya atau dia main ke rumahku ya selalu bergiliran gitu, hehehe. Walau kita beda agama, tapi kami saling menghargai, pernah waktu itu ada ibadah di rumah ku, dia datang dan membantu ku mempersiapkan segala sesuatu untuk ibadah. Dia juga pernah anterin aku ke gereja, pokoknya segala sesuatu kita lakukan bersama. Kita sering berantem, tapi yang paling banyak ngalahnya yaitu dia. Dia orangnya rame abis, suka bergaul dan kocak abis. Terkadang ditengah kemacetan yang kami hadapi untuk menempuh ke sekolah kami abiskan dengan lelucon-lelucon konyol yang kami buat sendiri, hehehehe. Sampai-sampai seringnya kami selalu bersama, kami merasa tidak perlu adanya pacar disamping kami, setiap malam minggu kami selalu nge-date, kata teman-teman kami itu udah seperti orang pacaran. Sangat luar biasa deh hari-hari bersama waktu itu, tapi lagi - lagi sama seperti waktu SD dan SMP aku kehilangan sahabat seperti dia, entah kenapa aku putus komunikasi sama dia, entah dimana dia sekarang aku tidak tahu. Aku menyesal sekali sia-siain dia. AKU KANGEN BANGET SAMA KAMU SITKOM. Kita pernah komit kalau kita akan selalu jadi sahabat, sampai kita udah punya suami dan anak sampai kita udah jadi nenek-nenek sampai kita menutup mata, yaaa memang komitnya lebay tapi ya itulah komitmen kita waktu itu. Apa kabar kamu disana ??? :’( :’( :’(

Tibalah aku masuk jenjang Perkuliahan, dengan kesedihan yang aku alami karena kehilangan sahabatku yaitu SITKOM. Aku merasa, aku tidak akan bisa lagi punya sahabat seperti dia. Sambil aku serius belajar dalam perkuliahan, sambil aku mencari sesosok sahabat yang mau menjadi sahabatku. Aku merasa aku hanya bertepuk sebelah tangan seperti hubungan percintaan, aku sudah anggap dia sahabat tapi dia tidak anggap aku jadi sahabat, selalu seperti itu yang terjadi. Hingga aku menemukan MARIA, SEPTI, AYU yang pernah kita sebut kelompok kita itu “PARA AHLI”. Aku sudah anggap mereka sahabatku, aku juga berharap mereka bisa anggap aku seperti itu juga. Dan berlanjutlah hingga ku mengenal DINI KUSNANDA, ku melihat dia baik dan bisa bersahabat dengan ku. Saat-saat kita ber-5 kita sebut kelompok kita itu “FREESIA” yang diambil dari sebuah novel “The Language of Flowers” yang artinya “Persahabatan yang tak lekang oleh waktu”. Nama yang manis dan arti yang sungguh bermakna, ku harap juga dalam persahabatan kita juga seperti itu ya sobat, kita bisa wujudkan itu bersama-sama. 

Sampai detik dimana kita akan mengukir sejarah baru dalam hidup kita yaitu masuk dunia kerja, dimana penantian kita menunggu bulan November itu datang yang menjadi pesta besar kita dalam perayaan wisuda kita nanti, setelah waktu itu terlewati aku tidak tahu apa yang akan terjadi oleh masing - masing kita. Secara real memang kita akan berpisah dan menjalani hidup sesuai tuntutan hidup masing-masing, tapi aku harapkan FREESIA tetap FREESIA, walau kita berpisah nantinya tapi ingat kalau FREESIA itu pernah menjadi bagian dalam hidupku dan hidup kalian semua, tetap jadi sahabatku dan tidak terlupakan. Aku sayang kalian semuaaaaaaaaa :’)

"BAGIAN HIDUP YANG TIDAK TERLUPAKAN"

Happy anniversary 4th for us my gustaf, love you more and more, Jesus blessed our relationship and our future :”). “06/04/2014”

Happy anniversary 4th for us my gustaf, love you more and more, Jesus blessed our relationship and our future :”). “06/04/2014”

                                       ”SIDANGKU 04/04/2014

    Kini namaku sekarang menjadi ——-> DESTRIANTI DALOMA, SST.Pa

Terima kasih Tuhan untuk kasih dan penyertaanMu dalam hidupku, kini yang dinanti - nantikan telah tiba, Sidang yang sangat menegangkan dan menakutkan kata orang banyak diluar sana, itu semua sudah ku lewati pada tanggal 04 April 2014. Rasa senang dan haru seusai melangsungkan sidang pada tanggal tersebut. Aaaaahhhhhh TUHAN IT’S SO AMAZING !!, aku tidak mengira kalau aku bisa melewati hari yang menegangkan tersebut dan sekarang aku FREE !!! hehehehe, Terima kasih untuk Pak Sobo dan Ibu Elisa dalam memanduku menyelesaikan Skripsiku, hingga tuntas. Terima kasih untuk teman-temanku juga seperjuangan di kampus angkatan 2010 untuk support dan doanya, aaaaahhhhhhhhhhhh terima kasih banyaaaaaaaak :’). Aku doakan juga untuk teman-temanku yang masih berjuang dalam penyelesaian skripsinya agar cepat-cepat menyusul dan bisa disidang deh :). Tak terasa sebentar lagi kita mau WISUDA, dan saat semua sudah terlaksana membuat kita menjadi berpisah dan menjalankan perjuangan hidup masing-masing diluar sana, menggapai mimpi masing-masing di dunia kerja yang banyak persaingannya. Tapi jangan takut, aku akan hadapi dan jalanin itu demi keluargaku dan demi masa depanku, karena aku punya TUHAN YANG LUAR BIASA dalam hidupku, PRAISE THE LORD !! :), NO BODY LOVES ME LIKE YOU DO JESUS :’)

SELAMAT DATANG DUNIA KERJA !!! hehehehehe :’).

Untuk mama, kakak yos dan ade jedi ini nih Sarjana kalian sudah keluar dari gua singa mau mencari mangsa ke dunia kerja, hehehe :), Doain neng iya yah biar segala sesuatu lancar dan bisa cepat-cepat dapat pekerjaan bagus diluar sana, neng iya sayang mama, kakak yos dan ade jedi :’). 

untuk Papaku di surga, pa neng sudah LULUS, andai papa masih disini pasti papa bangga banget anakmu ini sudah jadi SARJANA pa :’). Tenang pa, neng akan jaga mama, kakak yos dan ade jedi, dan bahagiakan mereka pa :’)

Senang sekali pemandangan ini :’), seperti hidupku ini walau kering tapi tetap kuat untuk hidup dan menjadi unik :’)

Senang sekali pemandangan ini :’), seperti hidupku ini walau kering tapi tetap kuat untuk hidup dan menjadi unik :’)

"PERASAAN YANG TERTUMPAH"

Tak terbendung lagi rasa dalam diri ini ingin berteriak sekencang - kencangnya untuk melepaskan penat dalam diri. Entah rasa ini bercampur aduk jadi satu dan bingung harus berbuat apa. Melhat sesosok wanita yang ku kagumi dan kusayangi berdiam diri dan meratapi rumah yang bocor dan tembok yang basah karena derasnya hujan. Tak berdaya untuk berbuat sesuatu dan malah memberi permisi untuk air masuk dalam rumah. Berderai air mata juga ku tahan dalam dada mendengar setiap keluh kesahnya mengenai banyak hal diluar sana yang meremehkannya karena statusnya sendiri dengan 3 anak. Ku tatap wajahnya dalam kelesuan dan mimik yang menahan tangis, bercerita dengan gugupnya dan mencoba untuk tetap kuat didepanku. Tapi ku tahu pasti bahwa sebenarnya dalam dirinya ada banyak pertanyaan yang tersimpan dengan rapi di hatinya tapi tak tersampaikan pada orang lain. Pertanyaan mengenai kenapa hidupnya seperti itu, kenapa dirinya harus hidup sendiri ditinggal orang yang dia cinta, kenapa status Single harus diberikan padanya dan lain sebagainya. Ingin sekali aku melihat hatinya yang terluka, bagaimana cara mengobatinya dan memulihkannya. Tersampailah lewat kontak batinku dengannya mengenai Perasaannya yang rindu ingin memiliki pasangan lagi dalam hidupnya yang berjiwa ksatria masa kini yang sosoknya dibutuhkan untuk merubah statement - statement diluar sana yang negatif dan menutupi setiap lubang - lubang mulut - mulut kecil diluar sana yang tidak berguna itu, sesosok suami yang mengayomi dan bisa membawa keluarganya keluar dari Jasa Balas Budi dan merubah nasibnya yang lebih baik lagi. Sudah hampir 7 Tahun ku kubur perasaanku dalam - dalam untuk berkeinginan mendapatkan kembali sesosok Papa yang baru, karena bagiku Papaku tidak akan tergantikan oleh siapapun, tetapi meresponi perasaannya itu, akhirnya aku mengurungkan niat untuk menyampaikan untaian kata - kata pada Tuhanku untuk mencarikannya jodoh dan pasangan hidup lagi untuk dirinya. Lagi pula aku meyakini dan memastikan dalam diriku kalau aku juga butuh sesosok Papa yang melindungi kami dan menjaga kami dan terpenting semua orang tidak meremehkannya lagi dan keluargaku. Ku telusuri jati diriku apakah ada sesuatu yang menyebabkan aku tidak bisa berbuat apa - apa hanya sekedar menangis melihat semua ini. Pertanyaanku adalah Kenapa dalam hidupku hanya balas budi balas budi dan balas budi yang ku tahu, entahlah sampai kapan aku harus selalu punya balas budi pada orang lain. Balas budi yang satu belum aku bayar terus dan terus lagi muncul balas budi, sepertinya aku ini rasa tak punya daya untuk membayarnya :’(, hidupku ini kok seperti seorang nelayan yang ditengah laut berusaha mendayung perahunya sampai ke darat untuk pulang tapi tak temukan jalan dan tak sampai sampai untuk ke darat. Ku berpikir kok kenapa sih aku ingin itu aku butuh itu aku mau itu harus selalu bersabar dan berusaha keras dan lebih keras sedangkan orang lain kok semudah itu dan segampang itu untuk mendapatkannya apakah ini rasa iri dan dengki yang ada padaku, ENTAHLAH !!! ingin menjadi orang yang selalu berhikmat dan beriman tapi banyak hal yang membuat ku semakin susah untuk berhikmat, ya TUHAN ampuni aku !!! 

Ya inilah aku seperti kisah seorang gadis yang menunggu adanya kemujuran datang pada hidupnya yang merubah hidupnya jadi seorang tuan puteri yang memberi mimpi bagi setiap orang disekitarnya. Tetapi hal ini tidak membuat aku terpuruk lebih dalam lagi dan hanya meratap saja, Tapi justru aku selalu mencari jawaban dan kekuatan untuk aku bisa menjadi orang yang berhati iklas dan sabar menghadapinya kepada Sang Pencipta hidupku, TUHAN BESERTAKU !!!

Masalah yang besar yang pernah aku alami yang sulit untuk aku terima adalah ketika orang yang aku kasihi sesosok papa yang masih aku butuhkan kehadirannya telah tiada dan meninggalkan aku dan keluarga disini, aku berpikir masalah berat itu sudah aku dan keluargaku lewati sampai sekarang dengan berkat dan hikmat yang Tuhan berikan padaku dan keluargaku, Jadi, Tidak ada masalah berat lagi yang aku dan keluargaku alami itu tidak bisa kami lewati. Semua sudah Tuhan rencanakan yang terbaik untukku dan keluargaku. PRAISE THE LORD, Tuhan kuatkan aku :’)

Sekitar kita bisa jadi bahan pembelajaran juga loh

Seminggu ini banyak hal yang kulihat dan kurasakan terjadi disekitar ku. Ada yang menangis, ada yang gembira, ada yang berduka, ada yang bersuka, ada yang berhasil dan juga ada yang gagal, ada yang sakit, ada yang sehat, semua hal dalam kehidupan.

Bagi mereka yang menangis ku rasakan betapa mereka juga sama-sama berat menanggung beban dalam masalah mereka, bagi yang bersuka ku rasakan betapa mereka terbebas sementara dari masalah yang mereka hadapi, merasa cerah dan menghibur hati, merasa seakan-akan hidup ini ya untuk bersuka, serta adanya rasa keegoisan diri kalau bersuka itu ya milik SAYA.

Setiap orang punya caranya masing-masing dalam menyelesaikan masalah, problem yang menghimpit mereka ada yang membuat mereka makin ciut untuk menghadapinya dan aja juga yang dengan bijaksananya mereka terus bangkit dari masalah itu dan tidak mau terpuruk makin dalam dengan masalah yang ada. Semua itu ku saksikan dan kulihat sendiri dan menjadi suatu pembelajaran berharga bagiku, 

Tuhan baik padaku, karena Tuhan pakai siapa saja yang disekitar ku untuk menjadi guru dalam hidupku, agar ku kuat dan tangguh melewati badai hidup yang makin hebat. Praise the Lord :’)

Ada seorang temanku kemarin bercerita kepadamu mengenai keluarganya, dia ini sama nasibnya dengan ku ditinggal seorang papa sudah cukup lama dan dia kuliah ya ditanggung oleh kakak-kakaknya. Dia kemarin cerita kalo seminggu ini mamanya dirawat dirumah sakit karena sakit fertigo, bercerita mengenai impian dia untuk melanjutkan pendidikan S2 dan Impian dia yang ingin membalas kebaikan kakak-kakaknya untuk menyekolahkan kakaknya agar sama seperti dia bisa ambil sarjana. Salah satu kakak kebanggaan dia itu yang bekerja sebagai pelaut, impian dia banget untuk bisa menyekolahkan kakaknya lagi dan ambil sertifikat kepelautan yang lebih tinggi agar kakaknya bisa naik jabatan katanya. Saat mendengar itu aku merasa kalau aku sedang bercermin, karena pengalaman hidup dan impian kita sama. Dia bercerita sambil  menahan airmatanya keluar dan tidak ingin aku melihat dia sedih sampai keluar air mata. Aku benar-benar rasakan sekali beban yang dia rasakan saat itu, apalagi saat dia menceritakan betapa dia sangat mengasihi mamanya dan saat-saat dia rindu akan sesosok papa baginya. Beberapa hari ini dia jaga mamanya di rumah sakit dengan ditemani segudang tuntutan skripsi yang harus diselesaikan. Betapa hebatnya temanku itu, baru kali ini aku tahu kalau dia itu ternyata punya masalah yang cukup berat juga sama halnya dengan aku, tapi dia menutupi semuanya itu dengan rapi didepan teman-temannya di kampus seakan-akan dia tidak punya masalah apapun dalam hidupnya, dia menutupi kesedihannya dia dengan kecentilannya dia dan becandaannya dia dikampus. Waaaaw, aku benar-benar belajar banyak dari dia kemarin, betapa hebatnya dia menanggalkan semua kesedihannya dengan sukacita yang dia berikan buat teman-teman sekitarnya, dia bilang kepadamu kalau dia tidak mau terpuruk dan jatuh makin dalam akan kesedihannya itu tapi justru membuat dia makin terpacu untuk membuat semua impiannya dia itu tercapai. Ada yang aku kutip dari kata-katanya yang membuat aku tergerak dan termotivasi :

" Kalau kamu ingin jadi RAJA, buat mamamu dan orang yang kamu sayang jadi RAJA. Baru kamu bisa disebut RAJA."

ehmm aku benar-benar salut banget sama kamu kawan :’).

Adapun temanku yang lain yang bercerita mengenai masalah yang dia hadapi kepadaku, aku juga belajar untuk peka dengan sekitarku. Walau awalnya dia salah paham dengan ku, kalau aku ini jahat sama dia. Tetapi masalah ini membuat pendewasaan untuk kita masing-masing untuk bisa menjadi sahabat yang baik. Dengan sedih yang dia rasakan, dia bercerita lewat media SMS dan bertanya padaku :

"Pernah gak ngerasa orang lain udah jahat banget sama kita, tetapi ternyata kita yang lebih jahat ke dia ? atau pernah gak ngerasa seseorang, beberapa, atau bahkan semua orang tidak bisa terima kita sebagaimana diri kita ? atau pernah ga coba buat bikin jurnal akumulasi kesalahan-kesalahan kita ? pernah gak ngerasa kayaknya umur kita semakin pendek tapi no one knows kalau sebenarnya kita pengen bahagia bukan pura-pura bahagia ? pernah gak berfikir rasa capek yang secapek-capeknya dan kita tetap pada tekanan kita gak sempurna ? atau pernah gak berusaha terlihat bahagia tapi dikala sendiri sebenarnya kita selalu nangis ?,Gue gak kaya loe dan gak sekuat loe. Gue gak sempurna, gue juga gak mau jadi sempurna, tapi hidup gue dituntut selalu ‘terlihat’ sempurna. Gue capek hidup dibangun dari tumpukan maaf, gue capek sama semuanya ia."

Membaca sms dari dia seperti itu, aku merasakan betapa dia putus asanya dan benar-benar berat beban yang dia rasakan walaupun sebenarnya masalah yang dia hadapi tidak seberat masalahku dan masalah temanku yang satunya lagi. Dengan tenang dan mencoba menyusun kata-kata yang baik agar dia tidak tersinggung, aku balas sms dia  :

"Kawan, Ia juga manusia dengan segala kekurangan yang ia miliki. Ia pernah kok alami dan rasain itu semua dan gak muna ia juga sering ngecewain orang-orang sekitar yang ia sayang dan hal buruk sekalipun ia pernah lakukan itu. Tapi dengan semua yang kita lakukan itu apa kita cuma meratap dan menyesali diri sendiri, merasa gagal dan gak berguna ? itu tindakan yang gak bertanggung jawab, seharusnya dari apa yang terjadi membuat kita menjadi orang yang lebih baik dan belajar dari apa yang sudah dialami. Apa yang terjadi hari ini kemarin dan masa depan itu semua kehendak Tuhan dan kita sebagai manusia ya perbuatlah yang baik dan ucapan syukur atas segala sesuatunya. Manusia di dunia ini juga gak ada yang sempurna kok, begitupun ia juga gak sempurna. masing-masing punya masalah dan keluhannya sendiri-sendiri dan Tuhan kasih kita masalah sesuai kemampuan kita masing-masing. Kuat apa tidaknya kita dilihat bukan dari kacamata manusia tapi iman kamu yang menguatkan kamu. Kalau kamu lemah tapi kalau kamu punya iman percaya sama Tuhan, kamu pasti akan kuat. Yakini bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji itu menimbulkan pengharapan dan pengharapan itu tidak mengecewakan."

Aku berharap dia lebih bijaksana lagi dalam menanggapi masalah yang ada, jangan dengan putus asa dan lupa dengan apa yang Tuhan kasih untuk hidupnya. Tetapi terus belajar dan belajar tak jemu-jemunya untuk menanggapi hidup itu dengan bersyukur. 

Aku terus belajar untuk lebih peka lagi dengan sekitarku, aku terus berusaha untuk menjadi sahabat yang baik untuk mereka, dan meminta kemampuan dari Tuhan untuk aku bisa menjadi berkat untuk mereka.

Pembelajaran dari yang tadi bahwa “hidup itu harus disyukuri, suka duka masalah apapun itu dalam hidup nikmatin aja dan justrunya harus direspon dengan selalu belajar dari setiap proses kehidupan yang sudah Tuhan kasih buat kita, karena setiap detik nafas yang kita hirup dan apa yang sudah Tuhan kasih itu menyatakan kalau Tuhan itu mengasihi kita sebagai anakNya, jangan pernah berhenti bersyukur !!”

SEMANGAT !!!! SALAM SUPER :)

"BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK"